Rujukan Islam

  • features

    1. home

    2. article

    3. Anak Anda Mengamuk

    Anak Anda Mengamuk

    Rate this post

    Bayangkan saja Anda sedang jalan-jalan di Mall dan tiba-tiba anak balita Anda mulai menjerit-jerit tanpa alasan apa pun! Anda berdiri tepat di sisinya tanpa tahu apa yang harus dilakukan, dan merasa sangat malu. Apakah Anda akan pura-pura tidak kenal pada anak mengamuk Anda hanya karena orang-orang yang lewat di sekitar sana mengernyitkan kening dan mungkin menghakimi kemampuan Anda sebagai orangtua, atau Anda akan kabur, bersembunyi ke sudut tergelap di mana tak seorang pun mengenali Anda? Saya yakin ada banyak sekali orangtua yang mengalami kejadian serupa, mungkin bukan hanya sekali tetapi berkali-kali, dan mereka tetap bertanya-tanya tentang bagaimana cara mencegah kejadian ini agar tak terulang lagi. Apakah Anda akan mengoreksi kelakukan buruk anak dengan menjerit, memarah-marahinya atau memukul bokongnya di depan umum? Apakah Anda akan bicara dengan tenang kepada anak dan mencoba mencegahnya bertingkah buruk di depan publik? Apakah Anda merasakan dorongan yang kuat untuk berlari ke tempat yang jauh bersama anak mengamuk itu?

     

    Paling gampang memang melakukan pilihan ketiga. Tapi mungkin bukanlah solusi yang terbaik. Katakan Anda sudah berbelanja dan sedang mengantri untuk membayar belanjaan Anda ketika anak mengamuk. tentu saja Anda tak akan bisa pergi ke tempat yang jauh! Sebaliknya, Anda tak punya pilihan lain kecuali pasrah saja menghadapinya. Langkah pertama yang tepat untuk menghadapi anak mengamuk seperti itu adalah jangan pernah merasa malu tentang hal itu. Saya tahu situasi seperti itu memang sangat sulit, namun percayalah pada saya ketika saya mengatakan ini pada Anda. Saya telah mengalami situasi-situasi seperti itu, menyaksikan balita berusia 2 tahun yang menendang-nendang, menghentakan kaki sambil menangis kesetanan saat saya sedang mengantri di mal. Justru karena pengalaman sayalah, saya dapat mengatakan pada Anda– jangan pernah merasa malu karena semua orangtua pernah mengalami anak mengamuk seperti ini, dan tidak akan menilai Anda. Inilah sindrom yang paling umum dialami oleh balita yang membuat orangtua terpaksa mengalaminya. Bagi Anda yang belum pernah menjadi orangtua, ya —mereka tidak berhak menghakimi Anda tanpa mengalami apa yang pernah Anda alami. Jadi berhentilah merasa malu dan segera tangani masalah anak mengamuk ini dengan solusi yang terbaik.

     

    Satu kesalahan yang paling sering dilakukan orangtua adalah langsung menegur saat anak mengamuk di depan umum. Ingatlah bahwa tindakan ini tidak tepat. Jangan pernah lupa bahwa anak-anak balita sangat merasa tidak aman pada usia tersebut, dan memerlukan dukungan serta perhatian dari Anda. Alih-alih menegurnya, akan lebih baik kalau Anda mencoba memahami apa yang dia butuhkan pada saat itu, yang mungkin saja menjadi alasan anak mengamuk karena kesal dan ngambek. Mungkin saja, Anda pergi ke mall di saat yang kurang tepat, atau saat ia merasa lapar. Bila itu kejadiannya, maka Anda harus memahami dulu simptomnya dan menjadwalkan ulang aktivitas Anda, bila memang memungkinkan.

     

    Tindakan yang tenang dan rasional dari orangtua adalah langkah terbaik untuk menangani anak mengamuk/ngambek. Anda harus mencoba menenangkan anak mengamuk dan mencegahnya bertingkah serupa dengan kata-kata yang lembut. Namun bila itu tak berhasil, maka pilihan terakhir adalah membawanya ke tempat yang sepi, entah mobil Anda atau suatu pojok yang jauh dari tatapan orang lain, dan mencoba menjelaskan pada anak. Sangatlah penting bagi Anda untuk menjelaskan rasa tidak suka Anda terhadap perbuatannya tadi, sehingga anak bisa menghubungkan kedua hal itu dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Yang lebih penting lagi adalah jangan pernah tertawa atau berkomentar kelakuannya tadi lucu karena ini akan membuat anak jadi bingung, sehingga mereka biasanya akan mengulang lagi tingkah yang sama pada saat Anda berada dalam situasi serupa!

     

    Terakhir, setelah ‘periode anak mengamuk’ selesai, Anda harus meyakinkan pada anak bahwa Anda menyayanginya, karena kejadian seperti ini seringkali bisa membuat anak ketakutan karena merasa bertanggungjawab terhadap hal itu, dan karena itulah dia memerlukan Anda untuk meyakinkannya. Namun demikian hal ini harus dilakukan tanpa berarti menyerah/mendiamkan kebiasaan mengamuknya karena Anda harus memberkan garis batasan yang jelas saat mendisiplinkan anak.(1)

    disinilah manfaat komunikasi yang baik dengan anak, jika kita tidak memiliki komunikasi yang baik dengan anak maka pasti kondisi diatas akan sangat menyusahkan kita. Dengan penuh kesabaran kita harus membiasakan diri untuk berkomunikasi dengan baik dengan anak-anak kita, komunikasi verbal atau dengan sikap-sikap kita. ketika kita sudah memiliki ini maka anak mengamuk dimanapun itu akan lebih mudah kita atasi(2)
    1. Theasianparent
    2. Admint
    [islamic-sources]