Rujukan Islam

  • features

    1. home

    2. post

    3. Bagaimana Menjauhkan Pengaruh Tatapan Mata Hasut?

    Bagaimana Menjauhkan Pengaruh Tatapan Mata Hasut?

    Bagaimana Menjauhkan Pengaruh Tatapan Mata Hasut?
    Rate this post
    description post specs comment

    Kita sering mendengar bahwa tatapan mata hasut membuat orang di sekitar kita sakit atau bahkan meninggal dunia. Sayangnya fenomena dan kejadian seperti ini membuat kita mereaksinya keluar dari logika dan prinsip-prinsip Islam.

    Sekaitan dengan adanya tatapan mata hasut, riwayat dan ulama telah membahas masalah ini dan dalam tulisan ini akan dijelaskan cara-cara untuk mencegah dampak dari tatapan mata hasut.

    Perlu diketahui bahwa hubungan sebab akibat tidak hanya terbatas pada hal-hal yang materi saja. Di dunia ini, Allah Swt menjadikan satu peristiwa dan fenomena dengan sejumlah sebab, sehingga sebagian dari sebab ini memiliki pengaruh tertentu. Perbuatan seperti memecahkan telur untuk mencegah terjadinya pengaruh tatapan mata hasut tidak memiliki dalil agama dan riwayat, bahkan termasuk khurafat. Seorang mukmin semestinya menyandarkan dirinya kepada Allah dan kekuasaan-Nya, bukannya mengikuti khurafat.

    Perbuatan terbaik untuk menghindari tatapan mata hasut seperti yang telah disampaikan dalam riwayat. Rasulullah Saw bersabda, “Tatapan mata hasut itu ada dan pengaruhnya membuat seseorang ditempatkan di kuburan dan onta di tong.” (Bihar al-Anwar, 63/26)

    Ini menyinggung bahwa onta pun akan sakit akibat pengaruh tatapan mata hasut ini dan pemiliknya yang khawatir ontanya mati, langsung menyembelihnya.

    Diriwayatkan dari Rasulullah Saw, suatu hari beliau melewati kuburan umum Baqi’. Di sana beliau berkata, “Demi Allah! Mereka yang terbaring di sini dikarenakan tatapan mata hasut.” (Tafsir Manhaj as-Shadiqin, 9/391)

    Beberapa cara untuk menangkal tatapan mata hasut:

    1. Mengingat Allah; diriwayatkan dari Imam Shadiq as, “Setiap orang yang senang dengan perilaku dan tampilan lahiriah saudara muslimnya, maka hendaknya ia mengingat Allah. Karena ketika ia mengingat Allah, maka tidak ada bahaya yang sampai kepada saudaranya yang mukmin.” (Bihar al-Anwar, 60/25)

    2. Mengucapkan “Tabarakallahu Ahsanul Khaliqin”; Imam Shadiq as berkata, “Seseorang yang takjub dengan sesuatu yang ada pada saudaranya, maka hendaknya mengucapkan “Tabarakallahu Ahsanul Khaliqih”. Karena yang namanya tatapan mata hasut itu benar adanya.” (Bihar al-Anwar, 60/25)

    3. Mengucapkan “Amantu Billahi Wa Shallallahu Ala Muhammad Wa Alihi”; dengan mengucapkan kalimat ini, tatapan mata hasut tidak berpengaruh.

    4. Membaca surat an-Nas dan al-Falaq, ketika khawatir dari pengaruh tatapan mata hasut. (Bihar al-Anwar, 60/25). Menulis surat al-Fatihah, al-Ikhlas, an-Nas, al-Falaq dan ayat Kursi di kertas dan senantiasa membawanya. ((Bihar al-Anwar, 60/25)

    5. Membaca tiga kali zikir “Masya Allah, Laa Haula Wa Laa Quwwata Billah al-Aliyyi al-Azhim”, ketika khawatir dari pengaruh tatapan mata hasut. (60/26)

    Sebagian orang ketika tertimpa peristiwa yang tidak mengenakkan, justru mencari solusi alternatif yang mengarahkan mereka kepada khurafat. Sebagai contoh, ketika mereka terkena pengaruh tatapan mata hasut, mereka mencari dukun dan sebangsanya untuk mengobati dirinya.

    Poin penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam masalah ini, kenyataan adanya pengaruh tatapan mata hasut ini tidak bertentangan dengan kehendak dan kekuasaan Allah Swt. Karena masalah ini berhubungan dengan hal-hal gaib. Sama seperti perbuatan gaib lainnya yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah melatih jiwanya.

    (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)