Rujukan Islam

  • features

    1. home

    2. book

    3. Imam Ali Ar-Ridha as, Sosok Dermawan

    Imam Ali Ar-Ridha as, Sosok Dermawan

    • Sayid Mahdi Ayatullahi
    • Ammar Fauzi Heryadi
    • Majma Jahani Ahlul bayt
    download

      Download

    Imam Ali Ar-Ridha as, Sosok Dermawan
    5 (100%) 2 votes
    description book specs comment

    Imam Ali Ar-Ridha as. lahir pada 11 Dzul-Qo’dah 148 H di Madinah. Ayah beliau adalah Imam Musa Al-Kazim as., dan ibunya seorang wanita mukmin nan saleh, bernama Najmah. Imam as. menghabiskan masa kanak-kanaknya di sisi sang ayah.

    Imam Musa as. berwasiat dan memberi isyarat kepada sahabat-sahabatnya mengenai keimamahan putranya, Ali Ar-Ridha.

    Ali bin Yaqthin berkata, “Pernah aku bersama Abdus Saleh (salah satu gelar Imam Musa Kazim, penj.), tiba-tiba datang Ali Ar-Ridha as. lalu beliau (Imam Musa) berkata, “Wahai Ali bin Yaqthin, dialah penghulu anak-anakku”.

    Hisyam menambahkan, “Sesungguhnya aku beritakan kepadamu bahwa dia adalah Imam setelahku”.

    Demikian pula salah seorang sahabatnya pernah bertanya tentang Imam sepeninggalnya, Imam Musa as. memberi isyarat kepada anaknya Ali Ar-Ridha sambil berkata, “Dialah Imam (pemimpin) setelahku”.

    Pada masa itu, situasi amat menguatirkan, sehingga Imam Musa as. berwasiat kepada para sahabatnya agar merahasiakan keimamahan putranya, Ali Ar-Ridha as.

     

    Budi Pekerti Yang Agung

    Para Imam Ahlul Bait as. adalah manusia-manusia pilihan. Mereka dipilih oleh Allah swt. untuk membimbing masyarakat secara benar dan menjadi contoh yang paling unggul untuk mencapai derajat kemanusiaan dan akhlak mulia.

    Ibrahim bin Abbas mengatakan, “Aku tidak pernah mendengar Abal Hasan Ar-Ridha as. mengatakan sesuatu yang merusak kehormatan seseorang, juga tidak pernah memotong pembicaraan seseorang hingga ia menuntaskannya, dan tidak pernah menolak permintaan seseorang tatkala dia mampu membantunya.

    “Beliau tidak pernah menjulurkan kakinya ke tengah majelis. Aku tidak pernah melihatnya meludah, tidak pernah terbahak-bahak ketika tertawa, karena tawanya adalah senyum. Di waktu-waktu senggang, beliau menghamparkan suprah dan duduk bersama para pembantu, mulai dari penjaga pintu sampai pejabat pemerintahan. Dan barang siapa yang mengaku pernah melihat keluhuran budi pekerti seseorang seperti beliau, maka janganlah kau percaya”.

    Seorang laki-laki menyertai Imam Ar-Ridha dalam perjalanannya ke Khurasan. Imam mengajaknya duduk dalam sebuah jamuan makan. Beliau mengumpulkan para tuan dan budak untuk menyiapkan makanan dan duduk bersama. Orang itu lalu berkata, ”Wahai putra Rasulullah, apakah engkau mengumpulkan mereka dalam satu jamuan makan?”.

    “Sesungguhnya Allah swt. satu, manusia lahir dari satu bapak dan satu ibu, mereka berbeda-beda dalam amal perbuatan”, demikian jawab Imam as.

    Salah seorang dari mereka berkata, “Demi Allah, tidak ada yang lebih mulia di muka bumi ini selain engkau, wahai Abal Hasan (panggilan Imam Ar-Ridha)!”.

    Imam menjawab, ”Ketakwaanlah yang memuliakan mereka, wahai saudaraku!”.

    • Sayid Mahdi Ayatullahi
    • Ammar Fauzi Heryadi
    • Majma Jahani Ahlul bayt
    • 1
    • Qom Iran