Rujukan Islam

  • features

    1. home

    2. book

    3. Imam Hadi as, Teguh diatas Kebenaran

    Imam Hadi as, Teguh diatas Kebenaran

    • Sayid Mahdi Ayatullahi
    • Ammar Fauzi Heryadi
    • 1
    download

      Download

    Imam Hadi as, Teguh diatas Kebenaran
    2 (40%) 1 vote
    description book specs comment

    Imam Ali Al-Hadi as. senantiasa menjalani kehidupannya dengan zuhud dan ibadah kepada Allah swt. Di dalam sebuah kamar yang hanya dihiasai oleh selembar tikar kecil, beliau menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dan merenungkan maknanya.

    Beliau menyambut orang-orang begitu ramah, berbelas kasih kepada orang-orang fakir, dan membantu orang-orang yang membutuhkannya.

    Suatu hari, Khalifah Al-mutawakkil mengirimkan untuk Imam Ali as. uang sebesar seribu dinar, kemudian beliau membagikan uang tersebut kepada fakir miskin.

    Pada kesempatan lain, Al-Mutawakil jatuh sakit sehingga para dokter pribadi khalifah kebingungan bagaimana mengobatinya. Lalu ibu Al-mutawakil mengutus menterinya Al-Fath bin Khaqan untuk menemui Imam Ali as. Beliau segera memberinya obat yang reaksinya sangat cepat sekali, sehingga para dokter khalifah itu tercengang melihatnya.

    Atas kesembuhan putranya, ibu khalifah mengirimkan uang sebesar seribu dinar sebagai hadiah kepada Imam as, lalu Imam as. pun membagikan uang tersebut kepada orang-orang yang membutuhkannya.

     

    Kisah Batu Cincin

    Yunus An-Naqasi masuk ke rumah Imam Ali Al-Hadi as. Dalam keadaan gemetar ketakutan, ia berkata kepada beliau, “Wahai tuanku! Seseorang dari istana telah datang kepadaku dengan membawa sepotong batu Firuz yang sangat berharga sekali, ia memintaku untuk mengukirnya. Namun, ketika aku sedang melakukannya, batu tersebut terbelah jadi dua, padahal besok siang aku harus mengembalikannya. Bila dia tahu akan hal itu, pasti dia akan marah padaku”.

    Imam as. menenangkannya dan berkata, “Jangan kuatir, tidak akan ada keburukan yang akan menimpamu, bahkan dengan izin Allah swt. engkau akan mendapatkan kebaikan darinya“.

    Pada hari berikutnya, ajudan Khalifah datang dan berkata, “Sungguh aku telah mengubah pandanganku, kalau sekiranya kamu bisa memotongnya menjadi dua, aku akan menambah upahmu!”.

    Pengukir tersebut berpura-pura berfikir padahal hatinya sangat bergembira, kemudian berkata, “Baiklah, akan aku coba pesananmu itu!”.

    Akhirnya, pengawal Khalifah berterima kasih pada pengukir tersebut. Dari sana, pengukir itu bergegas menemui Imam Ali as. untuk menumpahkan rasa terima kasih kepadanya. Dalam keadaan itu, Imam as. berkata kepadanya: “Sungguh aku telah berdoa kepada Allah, semoga Dia memperlihatkan kebaikan khalifah kepadamu dan melindungimu dari kejahatannya”.

    • Sayid Mahdi Ayatullahi
    • Ammar Fauzi Heryadi
    • 1
    • Majma Jahani Ahlul bayt
    • 1425 / 2004
    • Qom Iran