Rujukan Islam

  • features

    1. home

    2. book

    3. Imam Hasan Asykari

    Imam Hasan Asykari

    • Sayid Mahdi Ayatullahi
    • Ammar Fauzi Heryadi
    • Majma Jahani Ahlul bayt
    download

      Download

    Rate this post
    description book specs comment

    Imam Hasan Al-Askari as. adalah imam ke-11 dari 12 imam Ahlul Bait. Beliau dilahirkan di Madinah Al-Munawwarah pada tahun 232 H. dan meninggal syahid di Samarra tahun 260 H.

    Ayah beliau ialah Imam Ali Al-Hadi as, sedangkan ibu beliau bernama Susan.

    Beliau as. menjadi Imam (pemimpin umat) pada usia 22 tahun dan hidup pada masa yang penuh dengan kesulitan dan berbagai macam tipu daya. Setelah wafat sang ayah, Imam as. hidup selama 6 tahun, dan sepanjang itulah masa kepemimpinannya (Imamah).

    Pada masa Imam as, khalifah Abbasiyah Al-Mu’taz tewas di tangan orang-orang Turki. Lalu mereka mengangkat Al-Muhtadi sebagai penggantinya, yang tak lama kemudian juga tewas dibunuh. Seteleh itu, khilafah Abbasiyah jatuh ke tangan Al-Mu’tamid.

    Panggilan Imam Hasan as. ialah Abu Muhammad. Orang-orang mengenalnya dengan berbagai julukan seperti: Al-Hadi, Az-Zaki, An-Naqi, dan Al-Kholis. Julukan beliau yang paling masyhur adalah Al-Askari, karena beliau as. tinggal di sebuah tempat yang disebut Al-Askar. Selain itu, beliau juga dikenal dengan panggilan Ibnu Ridha.

    Ahmad bin Khaqan pernah mengenang baik Imam as., padahal ia termasuk pembenci Ahlul Bait as. Katanya, “Aku tidak melihat di antara keluarga Bani Alawiyyin (keturunan Imam Ali as.) di Samarra seperti Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali Al-Ridha as. Dan aku tidak menemukan orang sebanding dengannya dalam pengorbanan, kesederhanaan, kehormatan, keagungan, kemulyaan, dan kedermawanan”.

    Dia juga mengatakan, “Seandainya

    khilafah ini lepas dari tangan-tangan Bani Abbasiyah, maka tidak ada yang layak menjadi khalifah di antara Bani Hasyim selain Hasan bin Ali as., karena kepribadiaannya yang luhur, akhlaknya yang mulia, dan pikirannya yang brilian”.

    Tersebarnya kerusakan dan kebobrokan di dalam negeri serta pengaruh besar orang-orang Turki di kalangan para pejabat tinggi negara, semua itu menjadi penyebab munculnya pemberontakan masyarakat terhadap pemerintahan Abbasiyah.

    Sementara itu, orang-orang Alawiyah (anak keturunan Imam Ali bin Abi Thalib as.) tidak tinggal diam. Mereka juga mengadakan pemberontakan di berbagai tempat.

    Hasan bin Zaid Al-Alawi telah mengadakan pemberontakan di daerah Tabristan dan berhasil menguasainya.

    Begitu juga di Basrah, telah terjadi pemberontakan yang disebut dengan “Tsaurah Zanj” yang pemimpinnya mengaku sebagai salah satu keturunan Ahlul Bait. Pemberontakan itu dilakukannya dengan sangat keji, hingga ia membunuh anak-anak dan para wanita. Kemudian Imam Hasan Al-Askari as. mengumumkan kepada masyarakat luas, bahwa pemimpin pemberontakan “Tsaurah Zanj” itu bukanlah dari keturunan Ahlul Bait as.

    Imam Hasan Al-Askari as. menghadapi situasi yang sangat sulit. Seringkali beliau dijebloskan ke dalam penjara. Para khalifah telah menugaskan penjaga-penjaga yang bengis untuk mengawasinya. Tapi dalam tempo yang singkat, banyak dari mereka yang malah terpengaruh oleh akhlak luhur Imam as., hingga mereka menemukan kembali suara fitrahnya yang bersih dan menjadi orang-orang yang soleh.

    • Sayid Mahdi Ayatullahi
    • Ammar Fauzi Heryadi
    • Majma Jahani Ahlul bayt