Rujukan Islam

  • features

    1. home

    2. book

    3. Menimbang Pandangan Hermeunetika pdf

    Menimbang Pandangan Hermeunetika pdf

    Menimbang Pandangan Hermeunetika pdf

    • Ali Ridha Al-Athas
    download

      Download

    Rate this post
    description book specs comment

    Di tanah air, kajian-kajian wacana Islam kekinian semakin ramai ditandai dengan menjamurnya komunitas yang terus menyemarakkan nuansa intelektual nusantara. Diantara wacana yang ditawarkan adalah kajian hermeunetika, yang kemudian dikaitkan dengan metode penafsiran al-Quran yang dianggap sakral oleh ummat Islam. Memang, kata hermeunetika adalah istilah asing (baca: tidak akrab dengan istilah internal al-Quran), akan tetapi tiba-tiba terminologi ini muncul, dan sarat dengan kajian qiro’at (baca:gaya menafsirkan) al-Quran. Untuk memperjelas terminologi yang berkesan relatif baru muncul ini, alangkah baiknya, terlebih dahulu mencari asal usul terminologi ini, sehingga para sarjana Islam tidak harus terjebak dengan
    propaganda ilmiah yang akhir-akhir ini terus berkembang di tanah air.
    Untuk lebih mengakrabkan istilah propaganda ilmiah, saya teringat dengan seorang cendekiawan muslim Abdul Karim Sourush yang berusaha menimbang kembali status ideologi agama. Terminologi ideologi yang disinggung oleh Sourush ini, ternyata, berbeda jauh dengan terminologi yang dibawakan oleh beberapa pemikir-pemikir Islam lainnya, seperti Murtadha Muthahari dan Muhammad Taqi Misbah Yazdi yang membagi ideologi dengan dua bentuk, ideologi sebagai agama yang universal dan ideologi sebagai tuntunan amalan yang memiliki kontek “harus dan tidak harus”. Sedangkan Soroush lebih cenderung memahami ideologi dengan pengertian Barat, yang mengidentikkan ideologi sebagai sederet masalah yang tidak bisa dilogikakan. Konflik verbal semacam ini segera dapat dihindari,
    bila para sarjana Islam memperhatikan lebih jauh tentang asal usul terminologi tersebut sebelum mengkaji dan menjustifikasi, sehingga tidak menjadi korban propaganda ilmiah.
    Sengaja di artikel pendek ini, saya lebih cenderung mengangkat wacana hermeunetika di antara wacana-wacana yang lain. Sebab, wacana ini dapat menyelesaikan sederet wacana lainnya, seperti pluralisme agama, yang imbasnya dapat mengikis bangunan kenabian, yang menjurus pada krisis agama di dunia. Yang pada akhirnya, agama dianggap struktur personal yang dibangun dengan kreasi horizon intelektual setiap individu yang memiliki latar belakang sosial berbeda. Hematnya, untuk mengkaji lebih jauh tentang esensi agama, khususnya agama Islam, selayaknya menimbang kembali interaksi antara literatur dan pembaca. Dan persoalan ini telah banyak diungkap dalam kajian hermeunetika.

    • Ali Ridha Al-Athas