Rujukan Islam

  • features

    1. home

    2. book

    3. PEMIKIRAN PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM MENUJU PEMBENTUKAN MASYARAKAT MADANI INDONESIA

    PEMIKIRAN PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM MENUJU PEMBENTUKAN MASYARAKAT MADANI INDONESIA

    PEMIKIRAN PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM MENUJU PEMBENTUKAN MASYARAKAT MADANI INDONESIA

    download

      Download

    PEMIKIRAN PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM MENUJU PEMBENTUKAN MASYARAKAT MADANI INDONESIA
    4 (80%) 1 vote[s]
    description book specs comment

    Dengan demikian masyarakat madani yang dimaksud dalam penelitian ini adalah
    masyarakat yang dibangun oleh Nabi Muhammad saw di kota Madinah yang telah
    berhasil dalam prakteknya dengan menerapkan Konstitusi Piagam Madinah;
    memberlakukan nilai-nilai keadilan; prinsip kesetaraan hukum; jaminan kesejahteraan
    bagi semua warga; serta perlindungan terhadap kelompok minoritas. Kalangan pemikir
    muslim menganggap masyarakat (kota) madinah sebagai prototype masyarakat ideal
    produk Islam yang bisa dipersandingkan dengan masyarakat ideal dalam konsep civil
    society”.
    Salah satu yang utama dalam tatanan masyarakat ini adalah pada penekanan pola
    komunikasi yang menyandarkan diri pada konsep egaliterian pada tataran horizontal dan
    konsep ketaqwaan pada tataran vertikal. Nabi, telah meletakan dasar-dasar masyarakat
    madani yang relegius, kebebasan, meraih kebebasan, khususnya di bidang agama,
    ekonomi, sosial dan politik. Masyarakat madani yang dibangun Nebi tersebut memiliki
    karakteristik sebagai masyarakat beriman dan bertaqwa; masyarakat demokratis dan
    beradab yang menghargai adanya perbedaan pendapat; masyarakat yang menghargai
    hak-hak asasi manusia; masyarakat tertib dan sadar hukum; masyarakat yang kreatif,
    mandiri dan percaya diri; masyarakat yang memiliki semangat kompetitif dalam suasana
    kooperatif, penuh persaudaraan dengan bangsa-bangsa lain dengan semangat
    kemanusiaan universal (pluralistik). Sistem sosial madani ala Nabi, memiliki ciri yang
    unggul; kesetaraan, istiqomah, mengutamakan partisipasi, dan demokratisasi. Ciri-ciri
    yang unggul tersebut tetap relavan dalam konteks waktu dan tempat yang berbeda,
    sehingga pada dasarnya prinsip itu layak diterapkan apalagi di Indonesia yang mayoritas