Rujukan Islam

  • features

    1. home

    2. book

    3. Pesan Pemberontakan Hijab

    Pesan Pemberontakan Hijab

    • Zahra Rahnavard
    • 1
    • 979-3259-33-7
    download

      Download

    Rate this post
    description book specs comment

    Pesan pemberontakan hijab

    ”Saya menyampaikan pesan hijab saya. Saya mengajak kalian semua kepada Islam yang sesunggguhnya saya menyerukan sebuah pemberontakan dan perjuangan…Pandanglah hijab kalian sebagai perlawanan terhadap sistem yang sesat dan sampaikanlah kabar gembira tentang tercapainya kebenaran, keadilan, kesetaraan dan kesempurnaan dengan bergerak menuju Allah Subhanahu wata ala ”
    Dalam budaya intelektual dewasa ini. Jilbab menjadi ikon penting sebagai penyelamat kaum perempuan dan laki-laki dari proses dehumanisasi (bahasa halusnya pembinatangan), degenerasi, degradasi serta penyimpangan pemikiran dan perilaku. Jilbab dimaksudkan untuk melindungi dan menyelubungi bagian-bagian tubuh perempuan yang sensitif dan menarik perhatian yang menjadikan kaum perempuan sebagai obyek pelampiasan secara seksual. Kaum Kapitalis Barat menyadari betul bahwa kekuatan sebuah masyarakat pada hakikatnya tersembunyi dalam lubuk kepribadian perempuan. Dengan pemikiran ini Kapitalisme memulai langkah awal yang canggih untuk melemahkan potensi dan kecakapan perempuan. Dengan mempertontonkan ciri-ciri fisik serta berupaya menggeser perilaku Islami dengan kebiasaan dan kepribadian Barat, kaum kapitalis sebenarnya berhasrat untuk menyeret kaum muslimin menuju jurang kehancurannya secara bertahap dan pada akhirnya menggiring kaum muslimin terperangkap dalam situasi penjajahan budaya, yang berlanjut pada penjajahan politik dan ekonomi. Mereka menguatkan daya tarik seksual perempuan di negeri-negeri koloni mereka lewat pengunaan kosmetik dan perhiasan. Lewat eksploitasi daya tarik seksual inilah mereka mengiklankan komoditas produknya. Tidak perlu lagi mencari keterkaitan merk sebuah oli mesin dengan rok yang tersingkap, yang jelas ada gambar perempuan cantik, produk itu pasti menarik. Nah, apakah kosmetik-kosmetik yang dijajakan dan diiklankan secara gencar ataupun busana-busana yang mengumbar aurat akan terjual habis jika kaum muslimah masih memegang teguh syariat agamanya dengan berjilbab ?. Tentu saja tidak !. Euforia (semangat) berjilbab dewasa ini tentu saja menggembirakan, hanya saja Kapitalisme kembali memanfaatkan itu dengan memasarkan produk jilbab gaulnya, dengan aneka warna, gaya dan corak disertai dengan pernak-perniknya. Dan sebagian dari muslimah menyadari itu, lalu mengenakan di sekujur tubuh mereka pakaian murni, bersahaja dan sederhana; sebuah pakaian yang dirancang oleh madhzab Islam yang suci untuk dijadikan pusat kekuatan paling bertenaga bagi perjuangan melawan kapitalisme dimanapun dan kapanpun. Mereka rela hidup dalam kebersahajaan dan kesederhanaan demi sebuah perlawanan. Seorang muslimah, dengan jilbabnya ingin menunjukkan pada dunia bahwa ia menolak seluruh sistem jahiliyah dan hanya ingin hidup dalam sistem islami. Kain yang menutup sekujur tubuhnya telah menjadi simbol perlawanan dan bukti keterlibatan totalnya pada Islam. Merekalah pejuang-pejuang spritual yang menjunjung tingggi ketauhidan untuk tidak tunduk pada siapapun selain kepada Allah Azza wa Jalla.
    • Zahra Rahnavard
    • 1
    • 979-3259-33-7
    • Cahaya
    • 2003
    • Cetakan Pertama
    • Bogor