Rujukan Islam

  • features

    1. home

    2. book

    3. Potret Sehari Hari Imam Khomeini

    Potret Sehari Hari Imam Khomeini

    • unknown
    • 1
    • Pustaka Iiman
    download

      Download

    Potret Sehari Hari Imam Khomeini
    3.3 (65%) 4 vote[s]
    description book specs comment

    Ayatolloh Ruhulloh Khomeini,,,seorang pemerhati islam pasti akan mengenalnya. “Dengan sikap kerendahan hati pada puncak prestasinya merupakan pelajaran bagi perilaku pribadi yang hanya sedikit bandingannya dalam sejarah.”ucap Prof. Dr. Hamid Algar, Guru Besar University of California terhadap pribadi yang luar biasa yang dimilki seorang tokoh Revolusi Islam Iran yang telah berhasil menggulingkan rezim Syah yang berkuasa sewenang-wenang ditanah Persia itu.

    Imam Khomeini lahir pada tanggal 20 Jumaidil akhir 1329/24 September 1902 M, dikota khomain, lahir dari pasangan tokoh terkemuka yaitu Ayatollah Sayyid Musthofa al-Musawi dan Sayyidah Hajar, baik dari garis keturunannya orang tua laki ataupun wanita adalah keturunan langsung Rasulullah SAW dari jalur Sayyidah Fathimah dan Sayyidina Ali as

    Dalam buku ini semuanya berisi potret sehari-hari beliau yang dikutip dari berbagai sumber ,buku ini dapat memberikan kekaguman pada pembaca terhadap beliau baik yang sudah mengenalnya ataupun belum, buku ini merupakan satu-satunya yang mengisahkan perilaku sehari-hari beliau di Indonesia. Sedikit dari pribadi yang dimliki imam yaitu beliau sangat menyayangi anak kecil dan selalu menekankan agar selalu sholat tepat waktu, sepanjang hidupnya hanya dihabiskan untuk islam. Dengan segala kesibukan, tanggung jawab dan kehebatannya sebagai pemimpin revolusi adalah pribadi yang paling lembut kepada keluarga dan anak. Ia bak batu karang yang memendam lautan cinta. Buku ini sekali lagi menghadirkan pribadi sang tokoh dari balik layar.

    Imam bak sinar terang dalam sejarah islam dan cahaya ini tidak akan redup selepas wafatnya. Jutaan rakyat iran mengantarnya ke tempat peristirahatannya terakhir didekat pemakaman Behesti Zahro, selatan Teheran pada tanggal 3 Juni 1989, sementara puluhan juta para pencintanya diseluruh dunia berkabung dan menangisi kepergiannya.

    • unknown
    • 1
    • Pustaka Iiman
    • 2006
    • Cetakan Pertama
    • Jakarta