Rujukan Islam

  • features

    1. home

    2. book

    3. Wanita Dan Hijab

    Wanita Dan Hijab

    • Murtadha Muthahhari
    • Ali Yahya
    • 1
    download

      Download

    Rate this post
    description book specs comment

    Dengan gayanya yang khas: mengalir lancar, tidak menggurui, dan berperspektif multidimensional, Murtadha Muthahhari mengemukakan problem tersebut dalam buku setebal buku tulis ini. Sebagai catatan, Muthahhari memosisikan diri sebagai pendukung hijab dalam polemik klasik ini. Hanya saja argumen yang dikemukakannya tidak sekadar mengutip ayat tanpa penjelasan rasional. Menurutnya, penggunaan istilah “hijab” dalam Islam termasuk relatif baru. Sebelumnya, ahli hukum Islam memakai kosakata “satr” yang secara harfiah berarti penutup (hal.2). Hanya saja kemudian dikarenakan arti aslinya tersebut, istilah satr dapat dimaknai sebagai “perempuan yang (ditutup) di balik tirai.” Inilah lalu yang membuat salah kaprah bahwa Islam menghendaki perempuan sepenuhnya tertutup di balik tirai rumah, terpenjara secara tampilan fisik maupun potensi kreativitasnya.

    Muthahhari juga membantah dari aspek sejarah bila tradisi Islam disebut hendak membatasi perempuan. Sebab menurut risetnya, jauh sebelum Islam datang sudah ada beberapa contoh peradaban manusia yang menerapkan pembatasan ekstrem atas interaksi perempuan di lingkungan sosial (hal.35). Misalkan saja, mendasarkan pendapatnya pada studi Count Arthur Gobineau dalam Story of Civilization, pada masa Iran pra-Islam saat dinasti Sassanid berdiri, yang dimaksud hijab adalah penyembunyian total perempuan di dalam rumah. Tidak boleh ada interaksi dengan orang luar karena konteks masa itu, Raja Anushiravan beserta jajaran elite pemerintahannya gemar mencari perempuan untuk memenuhi hasrat seksual, tidak peduli tua muda, lajang atau sudah bersuami. Sehingga para lelaki mengurung istri maupun anak perempuannya. Ketika tradisi rusak bangsawan Sassanid ini berangsur hilang, Islam kemudian datang untuk memberikan pencerahan bahwa hijab bermaksud melindungi kehormatan perempuan di ranah publik.

    Selain tinjauan historis, Muthahhari melandasi dukungannya terhadap hijab yang memanusiakan perempuan sesuai visi Islam dalam beberapa bab seperti alasan filosofis dan sosial (bab 1), alasan ekonomi, psikologis, dan etika (bab 2), dan bagaimana hijab membuat perempuan nampak berwibawa.

    Secara keseluruhan, buku Wanita Dan Hijab yang sejatinya merupakan transkrip rangkuman ceramah Muthahhari di hadapan Ikatan Dokter Muslim Iran ini memiliki nilai lebih berupa bahasa yang mudah dipahami disertai contoh konkret serta analogi yang sederhana.

    • Murtadha Muthahhari
    • Ali Yahya
    • 1
    • Penerbit Lentera
    • 2000
    • Cetakan Pertama
    • Jakarta