Rujukan Islam

  • features

  • Pengenalan Mazhab-mazhab Islam

     

    Tanggal tiga bulan Januari dikenal dengan Hari Mazhab-mazhab Islam Internasional. Pada kesempatan ini kami akan berusaha untuk menjelaskan secara singkat berkaitan dengan perihal pembagian mazhab-mazhab Islam.

    Perbedaan yang ada antara mazhab-mazhab Islam biasanya kembali dalam dua pembahasan utama, Aqidah ataupun Fiqih. Berdasarkan dua landasan tersebut kami akan membagi mazhab-mazhab Islam sesuai dengan koridor Aqidan dan Fiqih.

    Pembagian pertama: penggolongan mazhab-mazhab Islam berdasarkan pada perbedaan Aqidan dan keyakinan. Dalam hal ini perbedaan yang paling signifikan adalah wujudnya penerus setelah meninggalnya Nabi saw. Dalam hal ini Mazhab Islam dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama meyakini bahwa Nabi saw meninggalkan penerus setelahnya, sedang golongan kedua meyakini bahwa Nabi saw tidak meninggalkan penerus setelahnya dan menyerahkan urusan kepemimpinan di tangan umat.

    Mazhab pertama dikenal dengan sebutan Syiah (pengikut) Ahlu Bayt (keluarga Nabi saw), di mana mereka meyakini bahwa ada perhatian khusus dari pihak Nabi saw tentang suksesi dan kepemimpinan Ali bin Abi Thalib Karamullah dan anak-anaknya. Salah satu dalil yang mereka sampaikan adalah hadits Ghadir Khom –di mana Nabi saw mengangkat Ali bin Abi Thalib pada Hajjatul Wada’- dan Hadits Jumlah penerus Nabi saw yang berjumlah 12 –karena tidak mungkin Nabi saw meninggalkan Islam yang masih seumur balita dengan musuh besar seperti Nasrani, Yahudi, Kafir Jahiliyah, kerajaan Roma dan Persia tanpa pemimpin yang memang sudah dipersiapkan sebelumnya sebagai penerus risalah Ilahiyah. Itulah sebabnya mereka juga disebut sebagai ‘Itsna Asyari’ (12 Imam).

    Mazhab kedua dikenal dengan Nama Ahlu Sunnah yang percaya pada keadilan penuh para sahabat Nabi saw dan mengatakan bahwa Nabi saw telah memberikan umat pilihan untuk memutuskan siapa penggantinya, dalil atas pendapat ini adalah adalah ijma’ masyarakat Madinah dan apa yang Sahabat utama pada masa itu lakukan dalam pemungutan suara untuk menentukan pemimpin Islam setelah Rasulullah saw meninggal.

    Sedang pembagian atau penggolongan kedua mazhab-mazhab Islam disandarkan berdasarkan perbedaan-perbedaan hukum Fikih, yang pada akhirnya melahirkan 5 mazhab terkemuka Islam di mana menurut Syeikh Shaltut rektor universitas al Azhar, “menyandarkan diri pada salah satu dari ke lima mazhab di atas hukumnya benar”.

    Lima mazhab tersebut adalah Maliki, Hanafi, Syafi’i, Hanbali, dan Ahlul Bayt.

    Mazhab Maliki: Mazhab ini dikaitkan dengan Abu Abdullah Malik bin Anas bin Abi Amir al Ashbahi yang lahir di Madinah pada tahun 93 H dan memulai pelajarannya sedari kecil dan merupakan murid Nafi’ Mulla Abdullah bin Umar dan yang lainnya. Ia meninggal pada tahun 179 H di Madinah dan dimakamkan di Kawasan Pekuburan Baqi’.

    Mazhab Hanafi: Mazhab ini dinisbahkan kepada Imam Abu Hanifah al Nu’man bin Tsabit bin al Taimi al Kufi yang lahir pada tahun 80 H. Dia adalah faqih besar di zamannya yang mengamalkan analogi Qiyas. Pada masa hidupnya Mansur Abbasi menawarkannya untuk menjadi Hakim dalam beberapa kasus kerajaan akan tetapi Imam Hanafi menolak tawaran raja yang akhirnya menyebakan ia dipenjara selama beberapa tahun oleh Mansur Abbasi. Imam Hanafi meninggal pada tahun 150 H.

    Mazhab Syafi’i: pendiri Mazhab ini adalah Imam Abi Abdullah Muhammad bin Idris Qursyi Syafi’i. Beliau lahir pada tahun 140 H di Gaza dan pada umur dua tahun ibunya membawanya ke Mekah untuk berhijrah dan ia meninggal pada tahun 204 H di usia 54.

    Mazhab Hanbali: Mazhab ini dinisbatkan kepada Ahmad ibn Hanbal ibn Hilal al Dzahli al Syaiban, yang lahir di Baghdad pada tahun 164 H. Dan pergi ke Hijaz, Damaskus dan Yaman untuk menuntut ilmu dan menjadi murid dari Imam Syafi’i di Baghdad.

    Mazhab Ahlul Bayt: Mazhab ini juga dikenal dengan Imamiyah Ja’fari. Mazhab Ja’fari dinisbahkan kepada Imam Abi Abdillah Ja’far bin Muhammad al Baqir bin Ali Zainal Abidin bin al Husein bin Ali bin Abi Thalib. Imam Abi Abdillah Ja’far merupakan cucu silsilah ke empat Nabi Muhammad saw dari pasangan Fatimah binti Muhammad saw dan Ali bin Abi Thalib. Ia lahir pada tahun 83 Hijriyah dan dikenal sebagai Imam Syiah ke enam. Dia adalah seorang Faqih dan ilmuan besar yang semuanya bersaksi tentang keilmuannya. Iapun memiliki banyak buku dan mendirikan sebuah Madrasah ilmiyah di mana kurang lebih 4.000 siswa mengecap pelajaran di bawah pengawasannya. Ia tinggal di Madinah dan pada tahun 148 H dibunuh atas perintah Manshur Abbasi dan dimakamkan di pemakaman Baqi di samping makam kakeknya Muhammad saw.